Skip to content

Sedikit Sejarah Mengenai Karung Goni Yang Berbahan Dasar Rami

Inilah bahan dasar karung goni

Selama berabad-abad, rami telah menjadi bagian integral dari budaya Benggala Timur dan beberapa bagian Benggala Barat, tepatnya di barat daya Bangladesh.

Sejak abad ketujuh belas, Inggris mulai berdagang rami. Selama pemerintahan kerajaan Inggris rami juga digunakan oleh militer.

British Dundee Jute Barons tumbuh kaya pengolahan rami dan menjual produk-produk manufaktur yang terbuat dari rami. Dundee Jute Barons dan British East India Company mendirikan banyak pabrik rami di Bengal dan pada tahun 1895 industri goni di Bengal mengambil alih perdagangan rami Skotlandia.

Banyak warga Skotlandia beremigrasi ke Bengal untuk mendirikan pabrik-pabrik rami. Lebih dari satu miliar karung goni diekspor dari Bengal dari parit-parit selama Perang Dunia I dan juga diekspor ke wilayah selatan Amerika Serikat untuk mengantongi kapas.

Rami juga digunakan dalam industri perikanan, konstruksi, seni dan senjata. Awalnya, karena teksturnya, rami hanya bisa diproses dengan tangan sampai ditemukan oleh Dundee yang dengan memperlakukannya dengan minyak ikan paus, rami bisa diproses dengan mesin.

Industri booming sepanjang abad kedelapan belas dan kesembilan belas("penenun goni" adalah pekerjaan perdagangan yang diakui dalam sensus Inggris 1900), tetapi perdagangan ini sebagian besar telah berhenti sekitar tahun 1970 karena munculnya serat sintetis.

Pada abad ke-21, rami kembali naik menjadi tanaman penting untuk ekspor di seluruh dunia, berbeda dengan serat sintetis, terutama dari Bangladesh. Karena ternyata masyarakat mulai sadar akan bahayanya menggunakan serat sintetis yang bahan dasarnya plastik.

Inilah mengapa sekaang karung goni menjadi bahan pilihan untuk menggantikan serat sintetis. Dan Indonesia??? Mengapa tidak mengembangkannya

Baca juga :

- Karung Goni Kaku Akan Menjadi Trend